Friday, October 18, 2013

Suatu anugerah..

Assalamualaikum semua.. :) 


Alhamdulillah, syukur ke hadrat Allah s.w.t akhirnya tercapai juga impian selama ni.. this is for both of you, mum & dad ! Terima kasih Allah kerana memilih diriku yang hina ini dan meminjamkan daku kejayaan setinggi ini.. tiada kata yang dapat diucapkan melainkan sujud dan ucapan syukurku padaMu.. akhirnya aku semakin mengerti maksudmu.. mungkin ini hadiah dariMu untuk sekelumit kesabaran yang kau pinjamkan untukku dalam mengadapi cabaran kehidupanku di sini.. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah..

* For mum & dad, I'll promise you to do my best in my prosiding at Bandung & Yjogjakarta on this 
17 November till 22 November 2013 ! bismillahhirrahmanirrahim.. bismillahhitawwakkaltuallah.. lillahitaala~ :)



Mulut, saat kau bernyanyi.. aku bisa mengecam harumnya bauanmu, saat kau hunuskan senjata keramatmu, sang lidah.. kau jua bisa membunuh 1001 macam rasa yang terbuku dikalbu.. Aku tahu aku bukan siapa-siapa, seawalnya dulu aku merasakannya, tapi entah mengapa saat aku sedang tersalah sedang lelah, aku bersandar pada kekuatan senjatamu nan satu.. lantas kuberpaut pada kata nyanyian merdumu tanpa keliru. Kuturuti nistamu tanpa ragu.. Meski terkadang aku mengerti ejekan helahmu.. Aku sudah tidak lagi bisa menjadi aku yang dulu... Aku cuma bisa merawat luka yang telah kau tinggalkan, Aku cuma bisa meredakan rasa bisa yang berbaki dengan sebuah nista lidahku meski hati tidak pernah membenarkannya... 

Kuharapkan.. suatu hari nanti.. aku bisa menjadi aku yang dulu, aku yang bisa memaafkan kekalutanku selama ini. Meski kutahu ku takkan bisa mengundurkan waktu serta segalanya yang telah berlalu.. kerna segalanya telah kupahat menjadi satu rentetan hidup yang cukup indah dan rapi suatu masa dulu..
Membelek semula lembaran hati, merenung jauh kedasarnya.. 
kulihat kesan lekuknya masih jelas, 
rentaknya terlihat seakan parah, 
separah ibarat baru semalam segalanya menghimpit diri. Kugagahkan hati menelusuri segenap ruangnya, 
kukuatkan jiwa yang seakan mulai goyah dalam melewati kesan hitam itu..
Tanpa kuundang perasaan sakit, pedih itu datang bertandang buat kesian kalinya.. 
Mengetuk pintu luka tanpa secalit rasa belas di dada.. Mengheret segala kenangan hitam semula ke muka, menghamburkan deraian kaca yang bisa menghiris kelelahan hati. 
Saat ini, kuusung jenazah hati lari dari kekalutan, kucuba menahan pintu luka dari terus ditembusi derita, meski saat itu aku juga hanya punya sekeping jiwa yang sudah parah, remuk, renyuk sebagai perisai diri..

~tInGg!!