Friday, October 18, 2013

Mulut, saat kau bernyanyi.. aku bisa mengecam harumnya bauanmu, saat kau hunuskan senjata keramatmu, sang lidah.. kau jua bisa membunuh 1001 macam rasa yang terbuku dikalbu.. Aku tahu aku bukan siapa-siapa, seawalnya dulu aku merasakannya, tapi entah mengapa saat aku sedang tersalah sedang lelah, aku bersandar pada kekuatan senjatamu nan satu.. lantas kuberpaut pada kata nyanyian merdumu tanpa keliru. Kuturuti nistamu tanpa ragu.. Meski terkadang aku mengerti ejekan helahmu.. Aku sudah tidak lagi bisa menjadi aku yang dulu... Aku cuma bisa merawat luka yang telah kau tinggalkan, Aku cuma bisa meredakan rasa bisa yang berbaki dengan sebuah nista lidahku meski hati tidak pernah membenarkannya... 

Kuharapkan.. suatu hari nanti.. aku bisa menjadi aku yang dulu, aku yang bisa memaafkan kekalutanku selama ini. Meski kutahu ku takkan bisa mengundurkan waktu serta segalanya yang telah berlalu.. kerna segalanya telah kupahat menjadi satu rentetan hidup yang cukup indah dan rapi suatu masa dulu..

No comments:

Post a Comment

~tInGg!!