Tuesday, July 8, 2014

Suatu Pegangan.


"Lelaki, semuanya sama. Tika berasa ingin memiliki seseorang wanita idamannya, dia akan berusaha sesungguh hati. Rela bekorban apa saja. Namun, saatnya hati wanita idamannya dalam genggaman, dia faham benar hati wanita itu lazimnya setia. Maka, dengan mudahnya. Mereka bisa cuba mendapatkan wanita yang lain". Kerna dia tahu, wanita itu akan tetap menjadi penunggu setia!

Suatu ketika, 
Kata-kata keramat ini kupegang erat,
Kata-kata ini kupahat rapat disanubari,
Kata-kata ini jadi penguat hati,
Kata-kata inilah yang bisa jadikan benteng untukku bertahan..

Namun, 
Suatu ketika aku rebah,
Suatu ketika aku lemah,
Suatu ketika aku pasrah..

Saatnya hati kuserah,
Saatnya hati dipanah,
Saatnya hati kurelakan dibuai damai rasa..

Hingga aku pernah terfikir,
Betapa ruginya diri ini,
Tuli benar mata ini,
Pekak benar telinga ini,
Bisu benar mulut ini..
Kerna baru bisa merasa apa itu cinta
Kerna baru bisa mengenal apa itu rindu..

Tapi, saat segalanya berakhir..
Dunia seakan gelap-gelita,
Aku jadi lelah, 
mengah,
parah,
Menunggu kekuatan yang sepertinya tak bisa terbit ditubir mata,
Menanti ketabahan yang tak kunjung tiba di kamar hati paling dalam..

Kini kusedar,
Aku pernah terlupa kata-kata azimatku dulu,
Aku pernah alpa dengan peganganku suatu ketika dulu,

Namun kutahu,
Segalanya punya hikmah,
Punya mesej rahsia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,
Hanya bisa disingkap dengan rasa oleh hati yang pernah parah tersakiti.





No comments:

Post a Comment

~tInGg!!